Kamis, 20 Februari 2014

Masa pergantian tahun bisa jadi juga merupakan momentum berharga karena kocek para pekerja bertambah tebal. Maklum saja, banyak perusahaan membagikan bonus pada awal tahun berdasarakan prestasi karyawan maupun kinerja perusahaan sampai akhir tahun sebelumnya.

Mungkin, perusahaan tempat Anda bekerja termasuk perusahaan yang berbaik hati memberi rezeki nomplok di awal tahun ini. Anda sudah punya rencana bagaimana memanfaatkan bonus tersebut? Untuk belanja, untuk foya-foya, atau untuk menutup kebutuhan rutin keluarga maupun pribadi?

Tentu saja, Anda yang paling berhak memutuskan rencana pemanfaatan bonus tersebut. Namun, ada baiknya, Anda jangan menghambur-hamburkan rezeki tersebut sekadar untuk memuaskan nafsu. Sebagian orang memberi saran agar bonus tahunan diinvestasikan. Tentu, itu saran yang bijak.

Namun, Anda harus cermat memilih cara dan sarana yang tepat sebagai ladang investasi uang bonus tersebut. Maklum, tahun ini bukan tahun yang diperkirakan bakal kondusif untuk sembarang bentuk investasi. Bukan hendak menakut-nakuti, tapi kalau Anda mendengarkan saran para pakar, banyak analis menilai fluktuasi di pasar modal tahun depan masih tinggi. Belum lagi beragam sentimen negatif membayangi pasar modal dalam negeri maupun ekonomi global.

Tambah lagi, tahun depan merupakan tahun pelaksanaan pemilu. Menurut Risza Bambang, Chairman One Shildt Financial Planning, biasanya, produk pasar modal akan sangat sensitif pada kondisi politik. Karena itu ia menyarankan agar investor mengkaji ulang penempatan investasi di pasar modal. "Kalau tidak cermat membaca pasar, return yang didapat bisa minim," tandas dia. Kalau sial, bisa jadi bonus Anda malah tergerus atau amblas.

Meski begitu, bukan berarti Anda harus melupakan ide menjadikan bonus sebagai modal investasi. Para perencana keuangan menganggap bahwa, idealnya, sebagian pendapatan yang diterima tersebut memang dibiakkan sehingga Anda bisa mendapat keuntungan maksimal secara jangka panjang.

Lantas, bagaimana cara bijak untuk memanfaatkan bonus akhir tahun? Fauziah Arsyanti, perencana keuangan dari Fahima Advisory, menyarankan agar setiap pendapatan yang didapat langsung dialokasikan untuk pos-pos tertentu. Ambil contoh, bonus tahunnan ini Anda gunakan khusus investasi, sementara uang tunjangan hari raya digunakan untuk membayar utang. Lalu, dana perolehan dividen bisa digunakan untuk bersenang-senang. "Justru kalau terlalu ketat mengelola keuangan bisa stres, lebih baik dibagi sesuai dengan kebutuhan,"ujar Fauziah.




Kalau kondisi keuangan sudah oke, Anda bisa mengikuti saran ini. Tapi, kalau kondisi keuangan belum stabil, Anda bisa mengikuti strategi berikut untuk memanfaatkan bonus kali ini.

1) Lunasi utang

Para perencana keuangan menuturkan, sebelum membelanjakan habis bonus tahunan, sebaiknya Anda menilai bagaimana rapor keuangan pribadi Anda terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan dua kategori untuk menilai kondisi keuangan pribadi: biru atau merah. Yang dimaksud dengan rapor biru adalah bila beban utang yang harus dibayar setiap bulan tidak lebih dari 30% total penghasilan bulanan Anda. Sebaliknya, bila beban utang Anda setiap bulan melebihi 30% dari total penghasilan bulanan yang Anda terima, keuangan Anda masuk rapor merah.

Jika Anda termasuk orang dengan rapor merah, sebaiknya bonus akhir tahun diprioritaskan untuk membayar utang. Dengan demikian, kondisi keuangan Anda bisa masuk golongan rapor biru. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa melunasi utang sebenarnya bagian dari investasi. Melunasi utang lebih awal dari jatuh tempo dapat menolong terhindar dari beban berat seperti denda dan pembengkakan utang akibat bunga kredit.

Risza mengatakan, selagi ada uang, lebih baik melunasi utang yang dimiliki. Ini dapat membantu mengurangi beban keuangan di masa depan. "Apalagi sekarang bunga bank semakin tinggi, semakin menunda pembayaran artinya membuat beban di masa depan semakin berat," tegas dia.

Kalau utang Anda sangat banyak, buatlah prioritas pembayaran utang. Utang yang mendapat prioritas pertama sebaiknya adalah utang produktif, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) atau utang untuk kegiatan usaha. Apalagi utang seperti ini sensitif terhadap kenaikan besar bunga kredit bank.

Setelah itu, alokasikan juga dana untuk membayar utang pemakaian kartu kredit.

2) Sisihkan untuk dana darurat

Sebagaimana sering dipaparkan dalam rubrik ini, dana darurat adalah komponen penting dalam perencanaan keuangan. Setiap keluarga wajib mengalokasikan dana darurat untuk kebutuhan dana mendesak. Misalnya ada anggota keluarga yang tiba-tiba sakit, kecelakaan, dan sebagainya. Karena itu, bila dana darurat Anda belum mencukupi, Anda sebaiknya menyisihkan sebagian bonus akhir tahun untuk menutupi kebutuhan dana darurat tersebut. Bila Anda masih single, sebaiknya Anda punya dana darurat setara tiga bulan pengeluaran rutin. Bila sudah menikah, sebaiknya Anda punya dana darurat setara enam bulan pengeluaran rutin.

3) Sisihkan untuk diri sendiri

Kalau Anda sudah mengalokasikan dana untuk bayar utang dan kebutuhan dana darurat sudah cukup, Anda boleh menyisihkan sebagian dana bonus untuk kesenangan pribadi. Perencana keuangan dari AFC Financial Giri Sulandar menyebut, godaan berbelanja dan liburan di akhir tahun sangat tinggi. Apalagi, para pebisnis ritel dan pariwisata biasanya gencar menggelar promo di masa akhir tahun. Nah, tidak ada salahnya Anda memanfaatkan bonus akhir tahun untuk memanjakan diri Anda, baik untuk belanja atau liburan.

4) Modal investasi

Nah, kalau semua itu sudah Anda lakukan dan masih ada sisa, silakan pikirkan ide untuk berinvestasi. Dengan demikian, Anda bisa memperoleh manfaat maksimal dari bonus akhir tahun Anda. Cuma memang, Anda harus berhati-hati memilih instrumen investasi yang oke.

Berkaca pada kondisi pasar modal di masa mendatang, lantas di mana tempat terbaik menginvestasikan bonus akhir tahun agar bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal? Alternatif pertama, reksadana. Tujuan investasi pada produk ini adalah mendapatkan imbal hasil jangka panjang. Misalnya reksadana saham disarankan untuk jangka waktu 5 tahun-10 tahun. Sedang reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap disarankan untuk memenuhi tujuan jangka waktu 3 tahun-5 tahun.

Kedua, emas. Perencana keuangan menilai logam mulia ini masih bisa memberi imbal hasil menarik untuk jangka pendek. Emas bisa jadi pilihan investasi untuk jangka 1 tahun-3 tahun.

Ketiga, kalau Anda berniat menggunakan bonus akhir tahun dalam waktu dekat, Anda bisa menempatkannya di deposito. Apalagi, belakangan, bunga deposito bank terus naik. Tapi sebaiknya porsi dana yang ditempatkan di instrumen ini jangan terlalu besar.

Keempat, properti. Jika bonus cukup besar dan dapat digunakan membeli sebidang tanah atau hunian, jangan ragu memilih properti. Perencana keuangan menilai properti dan tanah masih bisa memberikan imbal hasil yang menarik.

Kelima, kalau berniat punya bisnis sendiri, Anda bisa memanfaatkan bonus untuk modal membangun usaha. Nah, kini, semoga bonus Anda tak cuma menuju kasir toko di mal. Banyak manfaat yang bisa dipetik darinya.

Oleh : Mona Tobing (dikutip dari Kontan online 5 Februari 2014)

Editor: Cipta Wahyana

Sabtu, 08 Februari 2014

Jalan-Jalan Murah ke Negeri Malaysia

Awalnya iseng-iseng aja untuk mengisi masa liburan 1 minggu, mulai deh cari-cari promo tiket murah...akhirnya dapet deh untuk jakarta ke malaysia (LCCT) dengan mandala-Tiger PP berdua dapet harga 1.4 Jt. Perjalanan dimulai pagi-pagi buta berangkat ke bandara Soekarno Hatta dengan taksi (Rp.200.000) lalu turun di terminal 3 check in (lumayan antre) bayar deh airport tax (Rp.300.000/2 person).

Sebelum ke ruang tunggu harus nglewatin imigrasi sebentar buat ngecap pasport yang waktu itu masih polosan (maklum habis bikin baru soalnya yg lama ilang entah kemana).

habis itu duduk santai sebentar nunggu disuruh naik ke pesawat (sejam an lah).

Akhirnya waktu keberangkatan tiba naiklah kami ke pesawat dan kebetulan banyak tempat yang kosong di bagian belakang. perjalanan cukup singkat (sekitar 2 jam) dari atas bisa liat betapa indahnya pulau2 kecil di sekitaran sumatera (mungkin lewat di atas belitung yang terkenal itu kali yaaa..) lalu memasuki wilayah malaysia, terhampar luas perkebunan kelapa sawit yang hijau (maklum negeri ini katanya penghasil sawit nomer wahid sedunia)

akhirnya mendaratlah kami di LCCT (bandara disana dipisah untuk yang kelas ekonomi di LCCT dan yang biasa di KLIA).

Setelahturun kami ikut mengantri untuk melewati keimigrasian untuk di cap lagi. Wajah petugasnya pada ga ada yang senyum (mungkin senyum mahal kali ya di sana)

setelah keluar di seputaran bandara, kami mampir dulu makan nasi lemak (makanan khas malaysia semacem nasi uduk pake kare ayam/rendang daging) cukup murah sih untuk porsi segitu (12 Ringgit)













Perjalanan berlanjut ke Melaka dengan bas transnasional (bis disana nulisnya bas) dengan cukup 50 ringgit berdua. Perjalanan cukup membosankan karena sepanjang jalan hanya gersang tanah yang terlihat. setelah sekitar 2.5 jam perjalanan tibalah kami di melaka sentral dan berlanjut naik bas kota jurusan 17 dan turun persis di depan gereja merah. Karena hotel yang kami gunakan sudah dipilih di sekitaran area gereja merah, kami hanya berjalan sebentar untuk kemudian chek in dan beristirahat sebentar.
Sorenya mulailah kami mejelajahi area sekitar sambil menikmati sunset di sungai melaka yang terkenal itu.


Makan malam romantis di pinggir sungai melaka ternyata sangat istimewa, dengan menu makanan india, cina dan melayu cukup lengkap untuk mengisi perut yang keroncongan dari sore.

PAginya kami ke gereja Saint Paul dan harus naik ke atas bukit (lumayan capek) tapi dari situ bisa melihat pelabuhan melaka dari kejauhan.

Setelah check put kami kemudian melanjutkan perjalanan dengan bas ke Kuala Lumpur dan turun di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) lalu naik kereta ke KL sentral untuk kemudian lanjut ke Genting Resor (kawasan wisata terpadu di dataran tinggi genting)

Banyak Hal yang bisa ditemui di Genting Highlands ini, hotel yang kamarnya ribuan, arena bermain seperti di dufan, tempat belanja yang harganya cukup miring untuk merk2 terkenal lalu yang sungguh sangat menarik buat saya dan apsangan adalah masuk ke arena casino. Sewaktu masuk ada kejadian dimana kami harus menunjukkan pasport (padahal sebelum kami ada beberapa orang cina dan india langsung masuk aja). Ternyata ada aturan bahwa orang malaysia ras melayu disana dilarang masuk arena perjudian.
Cukup unik dimana yang bermain di arena perjudia genting sebagian besar adalah kaum usia diatas 45 tahun. dan cukup banyak disana yang bermain sampai tengah malam dan sengaja datang ke situ untuk hanya bermain judi dan mencoba peruntungan.

Besoknya perjalanan kami lanjutkan kembali ke KL dan ke KLCC tempat menara kembar yang terkenal itu, berfoto ria di luar dan berbelanja oleh2 di dalamnya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke daerah sepang dengan menggunakan bas dan beristirahat untuk keesokan harinya kembali ke Indonesia...

Cukup singkat memang, dan masih banyak tempat yang belum kami kunjungi di negeri malay...