Sabtu, 08 Februari 2014

Jalan-Jalan Murah ke Negeri Malaysia

Awalnya iseng-iseng aja untuk mengisi masa liburan 1 minggu, mulai deh cari-cari promo tiket murah...akhirnya dapet deh untuk jakarta ke malaysia (LCCT) dengan mandala-Tiger PP berdua dapet harga 1.4 Jt. Perjalanan dimulai pagi-pagi buta berangkat ke bandara Soekarno Hatta dengan taksi (Rp.200.000) lalu turun di terminal 3 check in (lumayan antre) bayar deh airport tax (Rp.300.000/2 person).

Sebelum ke ruang tunggu harus nglewatin imigrasi sebentar buat ngecap pasport yang waktu itu masih polosan (maklum habis bikin baru soalnya yg lama ilang entah kemana).

habis itu duduk santai sebentar nunggu disuruh naik ke pesawat (sejam an lah).

Akhirnya waktu keberangkatan tiba naiklah kami ke pesawat dan kebetulan banyak tempat yang kosong di bagian belakang. perjalanan cukup singkat (sekitar 2 jam) dari atas bisa liat betapa indahnya pulau2 kecil di sekitaran sumatera (mungkin lewat di atas belitung yang terkenal itu kali yaaa..) lalu memasuki wilayah malaysia, terhampar luas perkebunan kelapa sawit yang hijau (maklum negeri ini katanya penghasil sawit nomer wahid sedunia)

akhirnya mendaratlah kami di LCCT (bandara disana dipisah untuk yang kelas ekonomi di LCCT dan yang biasa di KLIA).

Setelahturun kami ikut mengantri untuk melewati keimigrasian untuk di cap lagi. Wajah petugasnya pada ga ada yang senyum (mungkin senyum mahal kali ya di sana)

setelah keluar di seputaran bandara, kami mampir dulu makan nasi lemak (makanan khas malaysia semacem nasi uduk pake kare ayam/rendang daging) cukup murah sih untuk porsi segitu (12 Ringgit)













Perjalanan berlanjut ke Melaka dengan bas transnasional (bis disana nulisnya bas) dengan cukup 50 ringgit berdua. Perjalanan cukup membosankan karena sepanjang jalan hanya gersang tanah yang terlihat. setelah sekitar 2.5 jam perjalanan tibalah kami di melaka sentral dan berlanjut naik bas kota jurusan 17 dan turun persis di depan gereja merah. Karena hotel yang kami gunakan sudah dipilih di sekitaran area gereja merah, kami hanya berjalan sebentar untuk kemudian chek in dan beristirahat sebentar.
Sorenya mulailah kami mejelajahi area sekitar sambil menikmati sunset di sungai melaka yang terkenal itu.


Makan malam romantis di pinggir sungai melaka ternyata sangat istimewa, dengan menu makanan india, cina dan melayu cukup lengkap untuk mengisi perut yang keroncongan dari sore.

PAginya kami ke gereja Saint Paul dan harus naik ke atas bukit (lumayan capek) tapi dari situ bisa melihat pelabuhan melaka dari kejauhan.

Setelah check put kami kemudian melanjutkan perjalanan dengan bas ke Kuala Lumpur dan turun di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) lalu naik kereta ke KL sentral untuk kemudian lanjut ke Genting Resor (kawasan wisata terpadu di dataran tinggi genting)

Banyak Hal yang bisa ditemui di Genting Highlands ini, hotel yang kamarnya ribuan, arena bermain seperti di dufan, tempat belanja yang harganya cukup miring untuk merk2 terkenal lalu yang sungguh sangat menarik buat saya dan apsangan adalah masuk ke arena casino. Sewaktu masuk ada kejadian dimana kami harus menunjukkan pasport (padahal sebelum kami ada beberapa orang cina dan india langsung masuk aja). Ternyata ada aturan bahwa orang malaysia ras melayu disana dilarang masuk arena perjudian.
Cukup unik dimana yang bermain di arena perjudia genting sebagian besar adalah kaum usia diatas 45 tahun. dan cukup banyak disana yang bermain sampai tengah malam dan sengaja datang ke situ untuk hanya bermain judi dan mencoba peruntungan.

Besoknya perjalanan kami lanjutkan kembali ke KL dan ke KLCC tempat menara kembar yang terkenal itu, berfoto ria di luar dan berbelanja oleh2 di dalamnya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke daerah sepang dengan menggunakan bas dan beristirahat untuk keesokan harinya kembali ke Indonesia...

Cukup singkat memang, dan masih banyak tempat yang belum kami kunjungi di negeri malay...








Tidak ada komentar:

Posting Komentar